Benchmarking Rumoh Bahasa ke Pusat Bahasa Universitas Andalas

 

Rumoh Bahasa (Rumba) melakukan benchmarking ke Pusat Bahasa Universitas Andalas (Unand), Kamis, 27 Oktober 2016. Dalam kegiatan benchmarking ini, Dr. Iskandar AS, MA , founder/ CEO Rumba diterima langsung oleh Kepala Pusat Bahasa Unand, Wulan Fauzanna, M.EIL. Rumba memilih Unand sebagai tempat yang dikunjungi karena Universitas ini salah satu universitas yang mendapatkan akreditasi A di Pulau Sumatera selain Universitas Syiah Kuala. Disana, tim Rumba mempelajari program, pelayanan dan  sistem manajemen.

Rumba merupakan lembaga nonprofit yang mempunyai mimpi mencerdaskan masyarakat, khususnya masyarakat Aceh dalam hal penguasaan bahasa asing. Dengan penguasaan bahasa asing akan memudahkan mendapatkan kesempatan belajar dan bekerja di luar negeri . Untuk merealisasikan impian ini, Rumba mengajak para profesional lulusan luar negeri untuk membantu program sosial ini. Setidaknya  lima bahasa asing tersedia di lembaga ini, Bahasa Inggris, Arab, Jerman, Jepang dan Spanyol.

Pusat Bahasa Unand membuka tujuh program pelatihan bahasa asing yaitu Bahasa Inggris, Jerman, Perancis, Jepang, Arab, Belanda dan Mandarin. Program unggulan mereka tetap Bahasa Inggris. “Kami membuka tujuh progam Bahasa Asing. Fokus kami peserta mampu berkomunikasi dengan baik dan benar” ujar Wulan.

Lebih lanjut, kepala Pusat Bahasa Unand menawarkan kesempatan mengikuti training Bahasa Inggris gratis kepada masyarakat Aceh, termasuk seluruh anggota Rumba, yang ingin melanjutkan studi ke negeri berbahasa Inggris. Staf pengajar di Pusat Bahasa Unand ini para ahli yang didatangkan dari Deakin University, Australia.

“Kepala Pusat Bahasa menyampaikan bahwa saat ini mereka sedang menerima aplikan dari berbagai daerah untuk mengikuti training Bahasa Inggris gratis. Bagi masyarakat Aceh termasuk anggota Rumba yang ingin melanjutkan studi ke luar negeri disarankan untuk mengambil kesempatan ini”  ujar Isk.

Turut hadir di acara benchmarking ini, ketua PUDIK LP3M Unsyiah, Dr. Sofia, S.Si, M.Sc dan anggotanya, dr. Nur Wahyuniati, M. Imun.  Juga Sekretaris LP3M Unand, Dr. Novialdi; dan ketua Tim Penjaminan Mutu Akademik Prodi Bahasa Inggris FKIP Unsyiah, Dr. Siti Sarah Fitriani, MA.

Banyak informasi penting yang diperoleh Rumba di acara benchmarking ini. Isk  melihat langsung fasilitas belajar seperti ruang belajar dan mengobservasi proses belajar mengajar.  Juga mewawancarai peserta pelatihan dan administratornya.

 

 

Profil Rabbi David Saperstein yang Silaturahim dengan Tokoh Aswaja Aceh

 

 

Media sosial Aceh geger dengan kunjugan Rabbi David Saperstein, selain menjumpai seorang kandidat gubernur, ia juga menjumpai tokoh Aswaja Aceh yang sangat berperan dalam menggerakan masa untuk menghentikan  pengaruh “wahabi “ di Aceh.   Pertemuan tersebut telah menarik perhatian masyarakat luas di Aceh.

Banyak orang penasaran siapa sebenarnya  Rabbi David Saperstein,  Newsweek magazine pada tahun 2009 telah memilih  David sebagai  Rabbi (tokoh Agama Yahudi ) sangat berpengaruh di Amerika, dan Washington Post menggambarkan sebagai ” tokoh lobi Agama klasik di Capitol Hill,” Rabbi David Saperstein  mewakili  Gerakan Pembaharuan Yahudi untuk Kongres dan secara administratif sebagai Direktur Religious Action Center of Reform Judaism (RAC) selama empat puluh tahun.

Sejak 12 December 2014, ketikan  Rabbi Saperstein dikukuhkan sebagai  Senate, dia telah bekerja di State Department sebagai Duta Amerika Berkuasa Penuh untuk Kebebasan Beragama Internasional.

Dibawah arahan  Rabbi Saperstein,  J.J. Goldberg  menulis buku  Jewish Power (Kekuasaan Yahudi),  dan Religious Action Center  (Pusat Gerakan Agama) menjadi Badan Yahudi sangat berpengaruh di Washington, berada pada posisi kedua setelah AIPAC.

Selama empat dekade gaungnya sangat kuat untuk melindungi RAC, Rabbi Saperstein telah memimpin beberapa kualisi agama nasional, termasuk  Coalition to Protect Religious Liberty (Kualisi Pelindung Kebebasan Beragama).  Dan dia juga sebagai petinggi di beberapa oraganisasi nasional  termasuk  NAACP, People For the American Way, National Religious Partnership on the Environment and the World Bank’s “World Faith Development Dialogue.”

 

Pada tahun  1999, Rabbi Saperstein  dikukuhkan sebagai orang nomor satu di U.S. Commission on International Religious Freedom (Komisi Kebebasan Beragama Internasional Amerika), yang komisi tersebut diciptakan oleh seorang yang dirahasiakan di Kongres, dan pada tahun  2009, ia ditunjuk oleh Presiden Obama sebagai anggota Konsil Gedung Putih Utama untuk Kepercayaan dan Kemitraan Lingkungan. Pada tahun  2004 dan  2006, Jurnal  Wall Street dan  Religion News Service, secara terhormat menempatkan David diantara orang yang sangat berpengaruh dalam menciptakan isu-isu agama dalam pemilihan nasional.

 

Selain  Pengacara, Rabbi Saperstein juga  sebagai dosen  di First Amendment Church-State Law dan mengajar hukum Yahudi di  Georgetown University Law School.

 

Sebagai seorang penulis dan pembicara yang sangat produktif, Rabbi Saperstein  telah tampil di beberapa TV berita, dan talk shows termasuk  Oprah, Nightline, Lehrer News Hour, ABC’s Sunday Morning, Crossfire, the Rachel Maddow Show, Hardball – and the O’Reilly Factor. Tulisan-tulisannya banyak dimuat di  Washington Post, the New York Times dan  the “Harvard Law Review.” Buku terakhirnya;  Jewish Dimensions of Social Justice: Tough Moral Choices of Our Time.

 

Bukunya berjudul  Thunder in America, Bob Faw koresponden network news memberi komentar ; tentang Rabbi Saperstein: “Saperstein belajar dari guru besar politik.. [His] energinya hampir-hampir melegenda –  tidak satu pun yang punya jam kerja  melebihi dia,  tak seorang pun mampu melejit dalam maupun di luar pertemuan,  kalau dia sudah mengambil tugas, dia pasti akan menyelesaikan dengan sempurna.

Berdasarkan komentar dari Bob Faw, nanti akan terlihat hasilnya dari pertemuan dengan seorang tokoh besar Aswaja Aceh. Tinggal menunggu waktu.