Ketua Fraksi PAN DPR Aceh Mengutuk Pembantaian Suku Rohingnya

Menyikapi tindakan militer Myanmar terhadap suku Rohingnya  yang kini sedang berlangsung,  Ketua Fraksi PAN DPR Aceh  mengutuk keras upaya genosida yang  dilakukan oleh militer Myanmar terhadap suku Rohingya di utara Rakhine, apapun motivasinya kekejaman militer Myanmar terhadap suku rohingnya merupakan tindakan yang sangat biadab dan  kejahatan kemanusian yang perlu perhatian dunia Internasional saat ini. “Harus ada solusi cepat tepat terhadap persoalan itu.” tegas Asrizal H Asnawi.

” Saya berharap Saudara Presiden RI Jokowidodo agar melobi dan meminta dunia Internasional harus turun tanggan dalam persoalan ini, ini merupakan tindakan kekejaman yang sudah diluar batas kemanusiaan. Tidak bisa dibiarkan suku rohingnya terus dalam kondisi seperti ini.” tambahnya.

Azrizal juga berharap  sebagai Muslim Indonesia, Pemerintah sudi kiranya mengirim pasukan Garuda Sebagai Pasukan Penjaga perdamaian Dunia untuk  ikut terlibat dalam Misi kemanusiaan ini.  Secara khusus ia  meminta Wakil Presiden Jusuf Kalla, baik sebagai Wapres dan Ketua Umum PMI untuk ikut kembali terlibat menyelesaikan konflik  yang saat ini terjadi di Myanmar, karena Jusuf Kalla pernah menjadi tokoh sentral dalam mengagas forum konsultasi mencari solusi penyelesaian konflik di Rakhine, Myanmar, di Doha pada  tahun  2012 yang lalu.   Kehadiran Pak JK dalam menyelesaikan konflik yang saat ini sedang di alami masyarakat Rohingnya penting, beliau  paham betul upaya-upaya resolusi konflik.

“Disamping itu, kita juga meminta Pemerintah Indonesia agar menekan militer Myanmar menghentikan  genosida terhadap suku rohingnya yang merupakan minoritas Muslim di Myammar.  Krisis Rohingnya   memungkinkan merambat ke belahan dunia lain. Pembiaran konflik di sana memicu aksi umat Islam dunia terutama di Indonesia utk bertindak di luar kontrol pemerintah dalam  menanggapi tragedi kemanusiaan. Saya dapat berita dari salah satu NGO di Myanmar   yang sedang bertugas di Sittwe;  memang  sedang terjadi ketegangan antara Sipil dan Militer Myanmar, dan media di larang meliput berita, bahkan ada beberapa orang wartawan  sudah ditahan oleh pejabat pemerintah Myanmar. ” lanjut Ketua Fraksi PAN di Parlemen Aceh.

Asrizal H Asnawi mempertegas pernyataannya ; Sebagai negara dengan Muslim Mayoritas kita tidak terima saudara Muslim di bantai tanpa pri kemanusiaan.