(4) Konsep Ijarah Dalam Fiqih Ekonomi Dan Implementasinya Di Pasar Modal Syari’ah

Bagian Keempat, oleh: Ahmad Fauzan Abdullah

Penutup

Dari  pembahasan  diatas maka dapat kita ambil  beberapa kesimpulan sebagai berikut :

  1. Ijarah adalah suatu intrumen yang sering dipakai dalam investasi dan hukum dasarnya sudah ditetapkan kebolehanya menurut syari’at islam dengan beberapa ketentuan dan syarat tertentu. Maka konsep ijarah   dalam fiqih terbagi kepada dua bentuk yaitu: kontrak atas manfa’at pada suatu aset yang diketahui dengan jelas atau yang dapat diterangkan dalam realitanya yang sering disebut dengan sewa menyewa. adapun kontrak terhadap suatu pekerjaan dengan imbalan yang diketahui yang dibolehkan dalam syari’at dan terikat dengan tempo waktu tertentu yang sering disebut dengan upah mengupah.
  2. Sukuk ijarah adalah salah satu instrumen investasi yang menjanjikan untuk mendapatkan keuntungan yang tetap dengan adanya jaminan terhadap risiko, oleh sebab itu bisa dikatakan bahwa sistem ini merupakan instrumen yang paling popular dan berkembang pesat pada saat ini sebagai alternatif pembiayaan pembangunan infrastruktur, proyek-proyek pemerintah.
  3. Dalam implementasi sukuk ijarah di pasar modal biasanya mempunyai beberapa keutamaan yang membedakan dengan akad sukuk lainnya yaitu sifatnya yang fleksibel dan terbuka kepada semua  syarat-syarat tambahan yang mana boleh digunakan dalam mengembangkan berbagai bentuk kontrak untuk memenuhi berbagai tujuan, demikian juga syarat aset sewaan dan bayaran sewa secara jelas bisa diketahui oleh kedua belah pihak pada saat akad, pada aset yang kepemilikannya  bersama juga dapat disewakan dalam akad ijarah ini,maka suatu kewajiban untuk memaparkan aset yang digambarkan dan ditakrifkan secara terperinci pada masa kontrak tanpa harus melihat keberadaan dan kewujudannya  sehingga tidak menimbulkan perselisihan dikemudian hari. Disamping itu Akad ijarah ini juga mempunyai sifat fleksibiliti yang mana ia dapat digabungkan dengan akad wakalah.
  4. Proses pelaksanaan perniagaan Sukuk Negara Ritel Ijarah Sale and Lease Back (jual beli dan sewa) dan Ijarah Asset to be Leased adalah jual beli suatu aset yang kemudian pembeli aset menyewakan kembli aset tersebut kepada penjual, dimana akad yang digunakan adalah akad jual-beli(bai’) dan akad sewa (ijarah) yang dilaksanakan secara terpisah, pada dasarnya dalam undang-undang yang mengatur ketentuan Sukuk Negara Ritel Ijarah Sale and Lease Back penjualan aset hanyalah penjualan atas hak manfaat aset (beneficial title) tidak disertai dengan penyerahan fisik dan pemindahan hak kepemilikan (legal title) yang di aplikasikan dalam penjualan (sale) hak manfaat atas Barang Milik Negara (BMN) kepada Investor melalui lembaga atau perusahaan penerbit Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) yang berperan sebagai SPV (Special Purpose Vehicle) dengan menerbitkan Sukuk Negara Ritel kepada investor sebagai bukti kepemilikan hak manfaat atas suatu aset Barangan Milik Negara (BMN) yang disewakan sebagai aset pendasar (Underlying Asset). Salah satu faktor pesatnya pertumbuhan pasaran Sukuk Negara Ritel akad ijarah  dikarenakan ia merupakan salah satu instrumen investasi yang diterbitkan oleh pemerintah, sebagai salah satu sumber pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk pembangunan infrastruktur dan proyek-proyek lainnya, Jika diperhatikan tentang instrumen investasi lainnya seperti deposito tahunan dan kadar penjaminan LPS Sukuk Negara Ritel mempunyai kadar keuntungan yang lebih tinggi dengan risiko yang minimum.
  5. Nilai transaksi perdagangan Sukuk Negara di Indonesia masih bisa dikatakan masih tertinggal dibandingkan dengan nilai perdagangan bon Konvensional penyebabnya boleh jadi karena kurangnya sosialisasi dan juga pemahaman tentang instrumen investasi syariah, disamping itu adanya kewaspadaan terhadap pengawasan syariah dalam transaksi di pasar modal yang mana menentukan, adakah jual-beli sukuk tersebut sesuai dengan kaedah dan prinsip jual-beli syariah  dan tidak termasuk dalam jual beli hutang (ba’i dayn) dan terdapat unsur riba yang diharamkan.

Referensi:

Accounting and Auditing Organizations for Islamic Financial Institutions, “Standards Shari’a”    ( AAOIFI, Bahrain, 2003)

 

Abu Sulaiman, ‘Abd al-Wahab, ‘Aqd al-Ijarah Masdar min Masadiri al-Tamwil al-Islamiyyah, Dirasat Fiqhiyyah Muqaranah (Jeddah : Islamic Development Bank, 2000),

 

Adrian Sutedi, Aspek Hukum Obligasi dan Sukuk (Jakarta : Sinar Grafika, 2008)

 

Ahmad Ibnu Rusydi, Syarhu Bidayatu al-Mujtahid wa Nihayatu al-Muqtasid (Cairo : Dar al-Salam, 1995)

 

Ala’al-Din Abu Bakr al-Hanafi, Bada’i  Sana’i  fi Tartibi Syara’i (Beirut : Dar Al kutub, cet:3, 1986),

 

Departemen Keuangan Republik Indonesia, “Memorandum Informasi Sukuk Negara Ritel Seri SR-001 Dalam Mata uang Rupiah Dengan Akad  Ijarah Sale and LeaseBack” (Informasi  memorandum, Departemen Keuangan Republik Indonesia, Jakarta, 30 Januari 2009

 

Dasuki, syamsyuddin  Muhammad  Arafah. Hasyiah ibnu Dasuqi Ala Syarhil al-kabir,(Cairo, Dar Ihyaul Al kutub,)

 

Gunawan Wijaja dan Jono,  Penerbitan Obligasi  dan Peran Serta Tanggung Jawab  Wali  Amanat  Dalam Pasar Modal (Jakarta : Kencana Prenada Media Group, 2006)

 

Ibnu Manzur, Lissan al-‘Arab (Beirut : Dar al-Sadr, 1967)

 

Lewis Ma’luf al-Yasu’i, al-Munjid fi al-Lughah wa al-I’lam (Beirut : Matba’ah al-Katulikiyyah, t.t)

 

Majma’ al-Lughah al-‘Arabiyyah, al-Mu’jam al-Wasit,. (ed. ke-4 rev , Cairo Maktabah al-Syuruq al-Dauliyyah, 2004)

 

Monzer Kahf, “The Use of Assets Ijarah Bond for Bridging The Budget Gap,” Islamic Economic Studies 4, no. 2, (May 1997)

____________, “al-Ijarah al-Muntahiyah bi al-Tamlik wa Sukuk al-A’yan al-Muajjarah” (makalah, lembaga Riset al-Fiqh  al-Islami ke-12, Riyadh, 21-27 September 2000),

 

Muhammad Basir Muhammad al-Amin,“Sukuk Market : Innovations and Challenges”, Jurnal Islamic Economic Studies15, no. 2 (Januari 2008),

 

Razli Ramli dan Razlinda Onn, Islamic Hire-Purchase Ijarah Thumma al-Bai’(AITAB)(Kuala Lumpur : Islamic Finance and Banking Institute Malaysia, 2007)

 

Salman Syed Ali, “Islamic Capital  Market Products : Developments and Challenges” (makalah seminar, Islamic Research  and Training Institute, Islamic Development Bank Group, Jeddah, (2005),

 

Suhrawardi K. Lubis, Hukum Ekonomi Islam, (Jakarta: Sinar Grafika, 2000),

 

Syamsu al-Din Muhammad ibn al-Khatib al-Syarbaini, Mughni al-Muhtaj ila Ma’rifati Ma’ani al-Fazi al-Minhaj (Beirut : Dar al-Ma’rifah, 1997),

 

Wahbah al-Zuhaili, al-Fiqh al-Islami wa Adillatuh (Beirut : Dar al-Fikr, 2004)

 

 *Ahmad Fauzan, Lc, MA. Adalah kandidator Phd di Universitas Al Baituna Tunis, Dosen Fiqih Ekonomi Politeknik Lhokseumawe. Email; azan_grg2000@yahoo.com

[1]) Majma’ al-Lughah al-‘Arabiyyah, al-Mu’jam al-Wasit, ed. ke-4 rev. (Cairo : Maktabah al-Syuruq al-Dauliyyah, 2004), 6.

[2])Ibnu Manzur, Lissan al-‘Arab (Beirut : Dar al-Sadr, 1967), 4:10.

[3]) Lewis Ma’luf al-Yasu’i, al-Munjid fi al-Lughah wa al-I’lam (Beirut : Matba’ah al-Katulikiyyah, t.t), 4.

[4])Ala’al-Din Abu Bakr al-Hanafi, Bada’i  sana’i  fi Tartibi Syara’ i (Beirut : Dar Ihya’Turats al-Arabi, 2000), 4 : 58.

[5]) Dasuki, syamsyuddin  Muhammad  Arafah. Hasyiah ibnu Dasuqi Ala Syarhil al-kabir,(Cairo, Dar Ihyaul Al kutub,) 4: 2

[6])Wahbah al-Zuhaili, al-Fiqh al-Islami wa Adillatuh, (Beirut : Dar al-Fikr, 2004), 5,3804.

[7])Syamsu al-Din Muhammad ibn al-Khatib al-Syarbaini, Mughni al-Muhtaj ila Ma’rifati Ma’ani al-Fazi al-Minhaj (Beirut : Dar al-Ma’rifah, 1997), 2:429.

[8])Wahbah al-Zuhaili, ibid , 5:3837.

[9]) Abu Sulaiman, ‘Abd al-Wahab, ‘Aqd al-Ijarah Masdar min Masadiri al-Tamwil al-Islamiyyah, Dirasat Fiqhiyyah Muqaranah (Jeddah : Islamic Development Bank, 2000), 22.

[10]) Hadith  riwayat Ibnu Majah, Bab al-Ijarah

[11]) Ahmad Ibnu Rusydi, Syarhu Bidayatu al-Mujtahid wa Nihayatu al-Muqtasid (Cairo : Dar al-Salam, 1995), 4:1792.

[12]) Ala’al-Din Abu Bakr al-Hanafi, Bada’i  Sana’i  fi Tartibi Syara’i (Beirut : Dar Al kutub, cet:3, 1986),4:173.

[13]) Syamsu al-Din Muhammad ibn al-Khatib al-Syarbaini, Mughni al-Muhtaj ila Ma’rifati Ma’ani al-Fazi al-Minhaj, 428.

[14] ) Ala’al-Din Abu Bakr al-Hanafi, Bada’i  Sana’i  fi Tartibi Syara’i  4:176

[15] ) Dasuki, syamsyuddin  Muhammad  Arafah. Hasyiah ibnu Dasuqi Ala Syarhil al-kabir,4:3

[16] ) Wahbah al-Zuhaili, al-Fiqh al-Islami wa Adillatuh, 4: 735

[17] ) Wahbah al-Zuhaili, al-Fiqh al-Islami wa Adillatuh, 4: 735

[18] ) Wahbah al-Zuhaili, ibid ,4: 736-737

[19]) Monzer Kahf, “al-Ijarah al-Muntahiyah bi al-Tamlik wa Sukuk al-A’yan al-Muajjarah” (makalah, lembaga Riset al-Fiqh  al-Islami ke-12, Riyadh, 21-27 September 2000),7.

[20]) Accounting and Auditing Organizations for Islamic Financial Institutions, “Standards Shari’a” ( AAOIFI, Bahrain, 2003).

[21])  Razli Ramli dan Razlinda Onn, Islamic Hire-Purchase Ijarah Thumma al-Bai’(AITAB)(Kuala Lumpur : Islamic Finance and Banking Institute Malaysia, 2007), 1.

[22]) Accounting and Auditing Organizations for Islamic Financial Institutions, “Standards Shari’a”, 276.

[23]).Ala’ al-Din Abi Bakr Mas’ud al-Kasani, Bada’i  al-Sana’i  fi Tartibi al-Syara’i, 80.

[24]) Wahbah al-Zuhaili, al-Fiqh al-Islami wa Adillatuh,3863.

[25] ) Suhrawardi K. Lubis, Hukum Ekonomi Islam, (Jakarta: Sinar Grafika, 2000),hal. 100

[26]) Muhammad Basir Muhammad al-Amin,“Sukuk Market : Innovations and Challenges”, Jurnal Islamic Economic Studies15, no. 2 (Januari 2008), 7.

[27]) Accounting and Auditing Organizations for Islamic Financial Institutions, “Standards Shari’a”.

 

[28]).Monzer Kahf, “The Use of Assets Ijarah Bond for Bridging The Budget Gap,” Islamic Economic Studies 4, no. 2, (May 1997), 82.

[29])  Accounting and Auditing Organizations for Islamic Financial Institutions, “Standards Shari’a”.

[30])  Salman Syed Ali, “Islamic Capital  Market Products : Developments and Challenges” (makalah seminar, Islamic Research  and Training Institute, Islamic Development Bank Group, Jeddah, (2005), 28.

[31]) Monzer Kahf, “The Use of Assets Ijarah Bond for Bridging The Budget Gap,” 77-81.

[32]) Monzer Kahf,The Use of Assets Ijarah Bond for Bridging The Budget Gap , 81.

[33])“Keputusan Fatwa Majma’ al-Fiqh al-Islami Mengenai Obligasi dan Surat Berharga Lainnya”,  dikutip dari  http://www.fiqhacademy.org.sa/qrarat/6-11.htm. diakses  pada 3 Maret 2013

[34]) Adrian Sutedi, Aspek Hukum Obligasi dan Sukuk (Jakarta : Sinar Grafika, 2008), 143.

[35]) Adrian Sutedi, Aspek Hukum Obligasi dan Sukuk.,37.

[36]) Departemen Keuangan Republik Indonesia, “Memorandum Informasi Sukuk Negara Ritel SeriSR-001 Dalam Mata uang Rupiah Dengan Akad  Ijarah Sale and Lease Back” (maklumat memorandum, Departemen Keuangan Republik Indonesia, Jakarta, 30 Januari 2009), 7.

[37]). Ibid.,3.

[38]). Ibid.,5.

[39]).Accounting and Auditing Organizations for Islamic Financial Institutions, “Standards Shari’a”.

[40]) Departemen Keuangan Republik Indonesia, “Memorandum Informasi Sukuk Negara Ritel Seri SR-001 Dalam Mata uang Rupiah Dengan Akad  Ijarah Sale and LeaseBack” (Informasi  memorandum, Departemen Keuangan Republik Indonesia, Jakarta, 30 Januari 2009), 5.

[41]) Gunawan Wijaja dan Jono,  Penerbitan Obligasi  dan Peran Serta Tanggung Jawab  Wali  Amanat  Dalam Pasar Modal (Jakarta : Kencana Prenada Media Group, 2006), 67.