Menelusuri Jejak Kesesatan

Oleh Teuku Azhar Ibrahim

Program penyesatan ummat telah dimulai sejak penciptaan Adam as. Iblis merasa tersaingi dengan keberadaan makluk lain ciptaan Allah dan diberi beberapa keutamaan; ilmu dan wewenang untuk mengelola bumi.  Pongah dan hasad iblis mendorong ia pada kesesatan dan bersumpah untuk menyesatkan hamba sebanyak mungkin, dan Allah abadikan sumpah Iblis beserta ciri-ciri orang yang cendrung kepada kesesatan beserta ujung perjalanan kesesatan mereka.  Dalam Al Quran ayat 39 – 42 Surah Al Hijr.

 

قَالَ رَبِّ بِمَا أَغْوَيْتَنِي لأزَيِّنَنَّ لَهُمْ فِي الأرْضِ وَلأغْوِيَنَّهُمْ أَجْمَعِينَ (39) إِلا عِبَادَكَ مِنْهُمُ الْمُخْلَصِينَ (40) قَالَ هَذَا صِرَاطٌ عَلَيَّ مُسْتَقِيمٌ (41) إِنَّ عِبَادِي لَيْسَ لَكَ عَلَيْهِمْ سُلْطَانٌ إِلا مَنِ اتَّبَعَكَ مِنَ الْغَاوِينَ (42) وَإِنَّ جَهَنَّمَ لَمَوْعِدُهُمْ أَجْمَعِينَ

Iblis berkata: “Ya Tuhanku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan ma’siat) di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya. kecuali hamba-hamba Engkau yang mukhlis di antara mereka. Allah berfirman: “Ini adalah jalan yang lurus, kewajiban Aku-lah (menjaganya). Sesungguhnya hamba-hamba-Ku tidak ada kekuasaan bagimu terhadap mereka, kecuali orang-orang yang mengikut kamu, yaitu orang-orang yang sesat. Dan sesungguhnya Jahannam itu benar-benar tempat yang telah diancamkan kepada mereka (pengikut-pengikut syaitan) semuanya.

 

Bedasarkan ayat tersebut dapat dimaklumi bahwa program penyesatan sebuah scenario besar telah disiapkan oleh Iblis.  Iblis mencari pendukung sebanyak mungkin untuk melancarkan programnya. Bentuk dan model bermacam-macam, tiap zaman caranya berbeda-beda. Karena kegiatan tidak terfokus dalam satu bentuk makan Rasulullah saw pun menyiapkan antisipasi terhadap program penyesatan tersebut dalam pernyataan umum dengan format sangat jelas, ummatnya yang datang dikemudian hari dapat mendeteksi dan mengkalsifikasi dalam format yang telah Rasulullah buat. Baginda Rasulullah Muhammad saw. bersabda;
عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- إِذَا خَطَبَ احْمَرَّتْ عَيْنَاهُ وَعَلاَ صَوْتُهُ وَاشْتَدَّ غَضَبُهُ حَتَّى كَأَنَّهُ مُنْذِرُ جَيْشٍ يَقُولُ « صَبَّحَكُمْ وَمَسَّاكُمْ ». وَيَقُولُ « بُعِثْتُ أَنَا وَالسَّاعَةَ كَهَاتَيْنِ ». وَيَقْرُنُ بَيْنَ إِصْبَعَيْهِ السَّبَّابَةِ وَالْوُسْطَى وَيَقُولُ « أَمَّا بَعْدُ فَإِنَّ خَيْرَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللَّهِ وَخَيْرُ الْهُدَى هُدَى مُحَمَّدٍ وَشَرُّ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا وَكُلُّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ »
Dari Jabir bin Abdillah berkata : Jika Rasulullah berkhutbah maka merahlah kedua mata beliau dan suara beliau tinggi serta keras kemarahan (emosi) beliau, seakan-akan beliau sedang memperingatkan pasukan perang seraya berkata “Waspadalah terhadap musuh yang akan menyerang kalian di pagi hari, waspadalah kalian terhadap musuh yang akan menyerang kalian di sore hari !!”. Beliau berkata, “Aku telah diutus dan antara aku dan hari kiamat seperti dua jari jemari ini –Nabi menggandengkan antara dua jari beliau yaitu jari telunjuk dan jari tengah-, dan beliau berkata : “Kemudian daripada itu, sesungguhnya sebaik-baik perkataan adalah Al-Qur’an dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad, dan seburuk-buruk perkara adalah perkara-perkara yang baru dan semua bid’ah adalah kesesatan(HR Muslim no 2042)

 

Perkataan Rasulullah dengan menekankan “waspadalah terhadap musuh yang menyerang pagi dan sore.” Artinya dalam kontek saat ini, tiba-tiba saja Millah Abraham telah masuk dan menyerang ummat Islam Aceh dengan serangan sangat dahsyat dan kita pun tersentak. Mereka bawa kesesatan yang dapat menghancurkan kemurnian Islam dan mengacau balau kehidupan masyarakat, para pengikut dibina untuk siap jati ektrem, artinya bila jumlah sudah besar maka akan menempuh jalur-jalur keras.

Menurut Syeck Bakar bin Abdillah Abu Zaid. Dalam bukunya ; Konter Pemikiran Pencampuran Islam Dengan Agama-agama lain. Millah Abraham sebuah wujud tindakan dari perencanaan besar Zionist (konspirasi Yahudi) dibawah visi “new world order” atau Tatanan  Dunia baru. Misi-misi yang mereka dengungkan ke seluruh penjuru dunia antara lain;  Pendekatan Antar Agama, Melunturkan Fanatisme Agama, Persaudaraan Agama,Penyatuan Agama. Dan beberapa misi lain yang menyebut secara tegas tiga agama samawi untuk disatukan menjadi satu agama.

Adapun Millah Abraham bentuk nyata dari misi-misi tersebut. Untuk melancarkan kegiatan Millah Abraham diadakan Koferensi Abraham pada tanggal 12 – 15 February 1987 di Cordova. Peserta konferensi melibatkan tiga penganut agama samawi dan dari Islam pengikutnya dari sekte Qadaniah dan Ismailiah, mereka dikatagori mewakili Islam walau pada dasarnya kedua sekte tersebut diluar Islam. Konferensi dengan topik “ Dialog International Untuk Penyatuan Pengikut Abraham.” Menghasilkan kesepakatan untuk mendirikan; Institut Cordova Untuk Penyatuan Agama di Eropa.  

Millah Abraham hanya satu sebutan dari sekian nama untuk hal yang sama, antara lain ia dikenal juga dengan sebutan; Penyatuan Agama, penyatuan Tiga Agama, Ibrahmiah, Kesatuan Ibrahimiah, Kesatuan Agama Tuhan, Mukminun, Mukmin Bersatu, Manusia Bersatu, Agama Universal dan beberapa nama lain. Jadi hal wajar jika Millah Abraham di Aceh dan Indonesia secara umum menyebut diri dengan nama-nama berbeda seperti Mukmin Muballiq dan nama-nama lain. Karena sudah dipersiapkan dengan kelenturan dalam hal nama.

Juga dimasih dibawah visi Tatanan Dunia Baru untuk memastikan semua perencanaan dan program berjalan lancar dilengkapi dengan semboyan-semboyan global untuk membentengi sepak terjang Zionist. Beberapa istilah sudah sangat terkenal dan mendunia; kemanusiaan, Persaudaraan, kebebasan, persamaan. Jadi dengan semboyan tersebut program bisa berjalan lancar. Jika penganut Millah Abraham ditekan oleh penganut Agama Islam maka mereka akan menggunakan tameng kebebasan beragama, persamaan hak dalam beragama, termasuk perlindungan terhadap kelompok minoritas. Dan dana besar disiapkan siapa saja yang bersedia bekerja untuk mengwujudkan kemanusiaan, Persaudaraan, kebebasan, dan persamaan dalam versi yang mereka bawa dan inginkan. Sebagai Muslim tetap berpegang kepada Quran dan Sunnah dengan versi pemahaman jumhur ulama mengenai kemanusiaan, Persaudaraan, kebebasan, dan persamaan. Karena para perwaris nabi tidak akan bersatu untuk kesesatan.

Rasulullah saw. Meninggalkan pesan kepada  para pendai kesesatan

حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ أَيُّوبَ حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ – يَعْنِى ابْنَ جَعْفَرٍ – قَالَ أَخْبَرَنِى الْعَلاَءُ – يَعْنِى ابْنَ عَبْدِ الرَّحْمَنِ – عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ « مَنْ دَعَا إِلَى هُدًى كَانَ لَهُ مِنَ الأَجْرِ مِثْلُ أُجُورِ مَنْ تَبِعَهُ لاَ يَنْقُصُ ذَلِكَ مِنْ أُجُورِهِمْ شَيْئًا وَمَنْ دَعَا إِلَى ضَلاَلَةٍ كَانَ عَلَيْهِ مِنَ الإِثْمِ مِثْلُ آثَامِ مَنْ تَبِعَهُ لاَ يَنْقُصُ ذَلِكَ مِنْ آثَامِهِمْ شَيْئًا ».

Dari Abi Hurairah, Rasulullah saw. bersabda: barang siapa mengajak kepada huda baginya  pahala seperti pahala orang yang mengikuti dan tidak dikurangi sedikitpun, barang siapa mengajak kepada kesesatan untuknya dosa seperti orang dosa orang yang mengikuti tidak dikurangi sedikit pun dari dosa mereka. 

Oleh Karena itu, tiap pribadi mengintropkesi diri dimana sekarang berada. Sedang dalam jaringan konspirasi untuk mendukung kesesatan global atau masih dalam jalur tuntunan Nabiullah Muhammad saw.  Allahu Alam.

Penulis; Alumnus Filsafat Univ. Al Azhar Cairo, Pengarang Novel Sejarah“Burung Rantau Pulang Ke Sarang.” Performance Consultant Inspirare.